Belakangan ini saya sering nonton sinetron dibeberapa stasiun televisi.
Jujur dulu saya paling benci....yg namanya sinetron hehehehehe
tp lama2 kok jadi ikut2an ibu ibu dikantor yg suka ngobrolin sinetron..
Tapi semakin lama saya nonton sinetron ternyata semakin emosi saya ikut dalam alur cerita sinetron tersebut.
Sampai2 adik2 saya bingung melihat perubahan saya hehehehehe
Berhubung adik2 saya protes akhirnya saya berpikir kenapa saya jadi fans sinetron2 negeri kita yg ga bermutu itu :P
Ternyata semua karena kita diberikan imajinasi yg berlebihan oleh sinetron2 tersebut
Banyaknya masalah dan semakin susahnya hidup di negeri ini membuat orang2 mencari hal-hal yg membuat mereka melupakan masalah mereka sejenak
Terlebih lagi sinetron menawarkan hal-hal yg menjadi mimpi kebanyakan orang
Dan jadilah masyarakat kita menjadi pemimpi yg hanya bermimpi
Fenomena lain dari sinetron adalah didikan yg tidak benar ( ini yg membuat saya paling tidak suka dengan sinetron)
Sudah menjadi hal yg biasa kalau di sinetron itu pasto ada orang jahatnya (yg benar2 jahat), anak2 sekolahan yg bisa melakukan tindakan2 yg tidak logis demi mencapai tujuannya, punya banyak istri, fenomena selingkuh, suami2 yg dijajah istri, mertua yg sangat jahat sama menantunya sampai anak2 kecil yg diajarin pacaran!!
Dan itulah yg dibawa masyarakat kita kedunia nyata. Makanya tidak heran melihat anak2 SD sekarang kelakuannya diluar akal pikiran. Bullying, pacaran bahkan ada yg berani ciuman, geng, dll.
Anak2 belum bisa membedakan hal yg baik dan yg buruk karna itulah orangtua dianjurkan utk mendampingi anak2nya saat menonton TV. namun hal itu belum bisa dilakukan dinegeri kita karna rata2 orang tua sibuk bekerja.
Kalo melihat sinetron (dibeberapa stasiun TV dari jam 6 sore sampe jam 11 malam) sekarang ini bukan tidak mungkin mental anak2 negeri ini semakin hancur.
jadi siapa yg salah nih?? Yg bikin sinetron, produser atau masyarakat??
Selasa, 24 Juni 2008
Jumat, 13 Juni 2008
Sang Ayah dan Si Anak
Seorang ayah mendorong trolley belanja di sebuah supermarket elit di kota Bandung.
Dengan fasihnya sang ayah (berambut pangjang keriting dikuncir, kurus pendek, sedikit kucel dgn kemeja motif bunga, celana panjang coklat) mengambil barang2 sambil bertanya kepada sang anak (umur 1 thnan, keriting, perempuan, berwajah indo) yg duduk di trolley.
Sejenak saya terdiam dgn pemandangan itu dan bertanya dalam hati "Kemana sang ibu".
Saya tinggal si ayah & anak bergegas menuju lantai 3 tempat acara yg akan saya hadiri.
Pintu ruang pertemuan masih dikunci, saya duduk didekat tempat bermain anak2 memperhatikan penjaga2 stand mainan yg sibuk bercengkerama dgn temannya. Mungkin bosan karena tidak ada pelanggan.
Saya terdiam, merenung dan mengantuk sampai kemudian saya melihat mereka lagi. Sang ayah menggendong si anak menuju counter mainan. Membeli koin utk main kuda2an si ayah berbicara kepada sang anak mainan mana yg mau dia naiki. Si anak memilih mobil2an dan sang ayah memasukkan koin. Sang ayah sambil tertawa berbicara dengan si anak yang sayang sekali saya tidak dapat mendengarnya!!
Mata saya tetap memandang mereka dari kejauhan melihat mereka menikmati permainan dan hubungan yg sangat indah itu!! Ada rasa iri dalam hati melihat semua itu!!
Sampai air mata saya pun menetes melihat drama kehidupan yg sedang terjadi didepan mata saya!! Iri sangat iri melihat mereka!! Ditengah dunia yg sedang gila ini masih ada kasih yg begitu tulus!!
Teringat akan Ayah yang dulu pernah melakukan hal yg sama kepada saya!!
Sungguh rasa rindu memuncak dihati saya....ingin kembali bermain bersama Ayah
Sayang sang Ayah yg sangat saya kasihi sudah bermain bersama Tuhan di surga
tinggal si anak yg selalu merindukan kehadiran sang Ayah!! Selalu setiap waktu!!
Terdiam sejenak emosi membawa saya ke sifat melankolis membuat hati sakit dan menangis.
Teguran halus dari teman yg sudah ada disamping saya menyadarkan saya bahwa kenyataan harus dijalani. Mimpi masa lalu harus hilang sejenak dan kembali menjalani kehidupan.
Saya tersenyum dan meninggalkan sang Ayah dan si anak yg masih kelihatan sibuk dengan permainan mereka!! Ada damai di hati ketika saya berkata "I miss u dad & I love U"
-April 2008, Bandung-
Dengan fasihnya sang ayah (berambut pangjang keriting dikuncir, kurus pendek, sedikit kucel dgn kemeja motif bunga, celana panjang coklat) mengambil barang2 sambil bertanya kepada sang anak (umur 1 thnan, keriting, perempuan, berwajah indo) yg duduk di trolley.
Sejenak saya terdiam dgn pemandangan itu dan bertanya dalam hati "Kemana sang ibu".
Saya tinggal si ayah & anak bergegas menuju lantai 3 tempat acara yg akan saya hadiri.
Pintu ruang pertemuan masih dikunci, saya duduk didekat tempat bermain anak2 memperhatikan penjaga2 stand mainan yg sibuk bercengkerama dgn temannya. Mungkin bosan karena tidak ada pelanggan.
Saya terdiam, merenung dan mengantuk sampai kemudian saya melihat mereka lagi. Sang ayah menggendong si anak menuju counter mainan. Membeli koin utk main kuda2an si ayah berbicara kepada sang anak mainan mana yg mau dia naiki. Si anak memilih mobil2an dan sang ayah memasukkan koin. Sang ayah sambil tertawa berbicara dengan si anak yang sayang sekali saya tidak dapat mendengarnya!!
Mata saya tetap memandang mereka dari kejauhan melihat mereka menikmati permainan dan hubungan yg sangat indah itu!! Ada rasa iri dalam hati melihat semua itu!!
Sampai air mata saya pun menetes melihat drama kehidupan yg sedang terjadi didepan mata saya!! Iri sangat iri melihat mereka!! Ditengah dunia yg sedang gila ini masih ada kasih yg begitu tulus!!
Teringat akan Ayah yang dulu pernah melakukan hal yg sama kepada saya!!
Sungguh rasa rindu memuncak dihati saya....ingin kembali bermain bersama Ayah
Sayang sang Ayah yg sangat saya kasihi sudah bermain bersama Tuhan di surga
tinggal si anak yg selalu merindukan kehadiran sang Ayah!! Selalu setiap waktu!!
Terdiam sejenak emosi membawa saya ke sifat melankolis membuat hati sakit dan menangis.
Teguran halus dari teman yg sudah ada disamping saya menyadarkan saya bahwa kenyataan harus dijalani. Mimpi masa lalu harus hilang sejenak dan kembali menjalani kehidupan.
Saya tersenyum dan meninggalkan sang Ayah dan si anak yg masih kelihatan sibuk dengan permainan mereka!! Ada damai di hati ketika saya berkata "I miss u dad & I love U"
-April 2008, Bandung-
Langganan:
Postingan (Atom)